Kamis, 15 Januari 2015

Metodologi Penelitian - Sekar Rare

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
            Pendidikan merupakan peranan yang sangat penting, dilihat dari pengertian pendidikan tersebut, yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan  manusia yang cerdas dan memiliki watak atau karakter bangsa yang bermutu, juga untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara ( Sindiknas, 2003 : 3 ). Pendidikan merupakan wadah dalam meningkatkan sumber daya manusia agar tujuan pendidikan dapat dicapai. Pendidikan adalah lembaga dan usaha perkembangan watak bangsa, pendidikan merupakan bidang yang mempunyai kedudukan paling tinggi kebenarannya di berbagai negara manapun. Tinggi rendahnya suatu kemajuan suatu bangsa di pengaruhi oleh faktor pendidikan, karena kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik.
            Dalam  perkembangan jaman ini semangat reformasi menambah dan menjiwai seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. semakin pesat kemajuan teknologi diberbagai bidang membawa tantangan yang sangat berat bagi perkembangan pendidikan reformasi tidak hanya berarti perubahan atau pembaharuan dalam seluruh aspek hidup, tetapi lebih mendasar lagi, sesuai dengan kondisi dan perkembangan pada era keterbukaan atau globalisasi dewasa ini. Pendidikan sebagai bagian dari kebutuhan pokok masyarakat yang tidak bisa lepas dari tuntunan reformasi di bidang pendidikan tidak hanya menyangkut perubahan fisik, tetapi lebih merupakan visi, misi dan persepsi reformasi etika, moral dan keterampilan.
          Dalam rangka mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional, maka sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal adalah tempat membentuk manusia yang cerdas, trampil dan berwawasan luas, sehingga dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas. Peranan yang sangat sentral dalam dunia pendidikan. Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menginterprestasikan, memahami dan menjabarkan isi kurikulum sebagai pedoman  dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar secara optimal.
            Terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya adalah melalui pendidikan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang termuat pada UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab II pasal 3, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, madiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Berpijak dari tujuan pendidikan diatas, mengandung makna bahwa berfungsi dari sistem pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, peradaban bangsa yang berandaskan  ethika  dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sedangkan tujuan pendidikan nasional seperti yang dikemukakan diatas untuk mengembangkan potensi peserta didik. Jadi tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengarahkan dan mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik.
            Untuk membentuk karakter manusia yang bermoral dan berethika, pendidikan akan lebih tepat dan baik diberikan kepada manusia sejak usia dini atau pada saat kanak – kanak. Tujuan dari pendidikan adalah mengarahkan anak kearah yang lebih baik terkait dengan pemberian pendidikan kepada anak dalam ruang lingkup informal, maka yang berkewajiban sebagai pendidik adalah orang tua. sebagai orang yang terdekat dengan si anak sangat yang berperan dalam mendidik serta membentuk kepribadian anak menuju tahap kedewasaan dengan harapan putra – putri mereka kelak menjadi anak yang berbudhi pekerthi yang luhur. Tradisi mendidik anak dalam masyarakat bali selalu melibatkan unsur estetika dengan menggunakan media berupa seni sastra salah satunya dalam bentuk tembang yang berisikan nilai - nilai pendidikan.
            Seiring berjalannya waktu kesusastraan tembang yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Bali di antaranya : sekar rare, sekar  alit, sekar madya, dan sekar agung. Sekar rare merupakan salah satu sastra tembang yang sifatnya kreatif yang dapat ditembangkan  serta dapat dikalabolarasikan dengan permainan traditional untuk anak – anak sepermainannya.
            Sekar rare atau gegendingan rare yang ditembangkan atau dilantunkan akan menciptakan gambaran dari penembang maupun penikmatnya. Banyak nilai yang terdapat didalam seni sastra tembang karena dapat dijadikan pedoman hidup. Ada nilai luhur yang tersurat dan tersirat dalam lagu – lagu yang dinyanyikan bahwasannya seni begitu hebat dimana ketika seni telah merasuk dalam jiwa, maka seni akan mampu membina jiwa. Hal ini terbukti ketika seorang ibu melantunkan gending rare saat menimang anaknya agar sianak terditur dan tidak menangis.
            Dalam mencermati hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengembangkan dan menggali nilai – nilai yang terdapat dalam sekar rare tersebut dan menerapkan kepada anak – anak pada usia dini maupun anak sekolah dasar, karena aspek – aspek nasehat yang ada di dalam sekar rare sangat erat dengan aspek sradha dan bhakti. Maka dari itu, peneliti mengangkat judul, Sekar Rare Sebagai Media Peningkatan Mutu pendidikan Karakter Terhadap Umat Hindu di Bali.

Teknik Penulisan Karya Ilmiah


Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, serta flora dan fauna yang tumbuh di darat maupun di dalam laut. Lingkungan terdiri dari dua komponen biotik ( segala sesuatu yang bernyawa) dan abiotik ( segala yang tidak bernyawa ).

Lingkungan Bersih Hidup Sehat
Lingkungan bersih hidup sehat mempunyai arti lingkungan yang jauh dari kondisi yang menimbulkan penyakit. Lingkungan yang bersih akan menunjang terwujudnya hidup sehat. Makna dari lingkungan bersih hisup sehat ialah Lingkungan yang kita tempati memberikan kesan baik terhadap indra dan memberikan makna kesehatan.
Lingkungan yang ditempati dapat mendukung dan mempengaruhi kehidupan diri manusia. Jika lingkungan yang ditempati, masyarakatnya membiasakan hidup sehat, tentunya ini akan menimbulkan kesan yang baik bagi diri sendiri dan masyarakat. Tetapi sebaliknya jika anda tinggal di sekitar masyarakat yang membiasakan hidup kotor dan suka mabuk-mabukan hal ini akan mempengaruhi psikis dan mental anda, kondisi seperti ini harus anda hindari jika sudah berkeluarga karena lingkungan seperti ini dapat mempengaruhi  pergaulan anak anda.

Nitisastra III - Upanisad

        Upanisad adalah merupakan bagian akhir dari kitab weda. Karena itu kelompok ini lazim dikenal pula dengan nama “wedanta”. Kata Upanisad terdiri atas tiga kata, yaitu Upa yang berarti dekat atau sekeliling, Ni berarti menuntun atau bimbingan dan Sad berarti duduk. Jadi Upanisad berarti duduk dekat- dekat sekeliling guru spiritual untuk memperoleh bimbingan aau tuntunan dalam mempelajari Weda. Pada umumnya Upanisad mengandung ajaran spiritual, menyangkut masalah Tuhan, masalah jiwa atau atma yang berupakan rokh manusia atau segala ciptaan tuhan termasuk makna symbol yang terdapat di dalam Weda dan bersifat rahasia, tidak boleh diketahui oleh sembarang orang  tanpa melalui acara acara tertentukarena itu ajaran yang di rahasiakan itu  di kenal pula dengan nama “rahasia”.

Biodata

Nama :

I Wayan Nuarta Yasa  (11.1.1.1.1.185)

I Wayan Ginarta (11.1.1.1.1.448)

I Wayan Wandra (11.1.1.1.1.220)

Rabu, 14 Januari 2015

Antropologi Budaya - Suku Bugis

Bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata "Bugis" berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Kata “Ugi” berasal dari nama raja pertama kerajaan cina yang terdapat di pammana yang saat ini dikenal dengan kabupaten wajo yaitu La sattumpugi. Rakyat atau pengikut la sattumpugi menaakan dirii mereka sebagai To Ugi atau pengikut dari La sattumpugi.
Penciri utama suku bugis ini adalah bahasa dan adat-istiadatnya, sehingga pendatang Melayu dan Minangkabau yang merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis. Sensus penduduk indonesia tahun 2010 menunjukan populasi orang bugis kurang lebih tujuh juta jiwa yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan, sumatera, dan jawa. Agama yang di anut oleh suku bugis adalah agama islam. Kelompok etnik terdekat adalah toraja, mandar, dan makasar.

Selasa, 13 Januari 2015

Sansekerta - Mengetik Sansekerta



Bahasa Sanskerta (ejaan tidak baku: Sansekerta) adalah salah satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang masih dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang. Bahasa yang bisa menandingi 'usia' bahasa ini dari rumpun bahasa Indo-Eropa hanya bahasa Het. Kata Sanskerta, dalam bahasa Sanskerta Saṃskṛtabhāsa artinya adalah bahasa yang sempurna. Maksudnya, lawan dari bahasa Prakerta, atau bahasa rakyat.
Bahasa Sanskerta merupakan sebuah bahasa klasik India, sebuah bahasa liturgis dalam agama Hindu, Buddhisme, dan Jainisme dan salah satu dari 23 bahasa resmi India. Bahasa ini juga memiliki status yang sama di Nepal. Berikut adalah tabel huruf dewa negari :

Senin, 12 Januari 2015

Dharmawecana - Dana Punia Sebagai Penguat Rasa Kebersamaan dan Persaudaraan


Bapak dosen yang saya hormati
Dan rekan – rekan  mahasiswa yang saya banggakan
Sebelumnya saya sampaikan panganjali “ Om Swastyastu “
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, karena atas asungkerta waranugrahanya kita masih diberi kesempatan berkumpul pada pagi hari ini dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa patah kata terkait dengan ”Dana Punia.
Rekan – rekan yang saya banggakan,. Tentunya kita sebagai umat beragama hindu  di bali sering kali  mendengarkan istilah dana punia. Dan kita semua  disini pasti pernah medana punia, baik itu di pura, di banjar, ataupun di tempat orang yang melakukan yadnya. Namun apa sebenarnya dana punia tersebut.  Dana punia merupakan Salah satu ajaran agama Hindu. Dana punia jika di lihan dari segi katanya terdiri dari dua buah kata yaitu “dana” dan “punia”. Dana berarti pemberian sedangkan punia berarti baik,suci. Sehingga dana punia mempunyai arti pemberian yang baik dan suci.