Upanisad
adalah merupakan bagian akhir dari kitab weda. Karena itu kelompok ini lazim
dikenal pula dengan nama “wedanta”. Kata Upanisad terdiri atas tiga kata, yaitu
Upa yang berarti dekat atau
sekeliling, Ni berarti menuntun atau
bimbingan dan Sad berarti duduk. Jadi
Upanisad berarti duduk dekat- dekat sekeliling guru spiritual untuk memperoleh
bimbingan aau tuntunan dalam mempelajari Weda. Pada umumnya Upanisad mengandung
ajaran spiritual, menyangkut masalah Tuhan, masalah jiwa atau atma yang berupakan
rokh manusia atau segala ciptaan tuhan termasuk makna symbol yang terdapat di
dalam Weda dan bersifat rahasia, tidak boleh diketahui oleh sembarang
orang tanpa melalui acara acara
tertentukarena itu ajaran yang di rahasiakan itu di kenal pula dengan nama “rahasia”.
Kitab
upanisad terbagi atas dua kelompok yaitu :
a. Kelompok Aranyaka, dan
b. Kelompok Upanisad
Perbedaan kedua
kelompok itu adalah dari segi asal usul dan peruntukannya. Yang pertama
merupakan hasil pemikiran dari para Maha Rsi yang tinggal di hutan
(Aranyaka)dan yang terakhir merupakan hasil pemikiran Maha Rsi yang tinggal di
pedesaan.
Seluruh kitab upanisad
dan aranyaka berjumlah 108 buah yang di bagi atas empat kelompok besar menurut jenis sruti atau mantra samhita yang
ada, yaitu:
1. Rg
Weda Samhita memiliki 10 Kitab Upanisad
2. Sama
Weda Samhita memiliki 16 kitab Upanisad
3. Yajur
Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad
4. Atharwa
Weda Samhita memiliki 31 kitab Upanisad
Pada umumnya kitab upanisad mulai
ditulis pada abad ke VI-VII sebelum masehi. Bahkan yang tertua tergolong pada
abad X sebelum masehi. Adapun yang tergolong tua pada umumnya ditulis dalam bentuk prosa dan singkat – singkat saja. Di antara kitab –
kitab upanisad, kausitaki upanisad, taittiriya upanisad, chandogya Upanisad,
brhaharanyaka Upanisad dan bagian dari kena Upanisad. Adapun yang kemudian
menyusun adalah kathopanisad, maitrayayi, mandukya dan prasna Upanisad.
Masalah
pokok yang biaanya di bicarakan dalam kitab upanisad adalah hal – hal yang
menyangkut masalah Tuhan, Jiwa atau Atma serta penciptaan Alam semesta dan
merupakan dasar system kefilsafatan dalam Agama Hindu. Upanisad bersifat uraian
filsafat terutama untuk mengungkapkan hakekat kebenaran alam semesta dan untuk
menunjang isi Weda agar dapat diterima ecara Rasional. Hakekat dan makna akan
kebenaran itulah yang menjadi sorotan umum did lam kitab upanisad.
Hakekat
tujuan hidup tertinggi yaitu “Moksa” memerlukan satu pengertian yang benar –
benar dapat di cerna oleh akal. Kalau sorga yang lazim di sebut dalam Weda
merupakan akibat karena selama hidup di dunia ini mereka telah banyak berbuat
baik dan neraka karena banyak berbuat dosa sedangkan di jelaskan pula secara
lebih lanjut bahwa apabila seseorang
telah menikmati pahala itu kelak diapun harus turun kembali kedunia untuk mengulangi dan atau memperbaiki
perbuatan – perbuatan mereka agar bisa
sampai mencapai moksa untuk tidak kebali lahir kedunia, maka jelas sorga
bukanlah tujuan melainkan “Moksa” sebagai tujuan akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar