Kamis, 15 Januari 2015

Nitisastra III - Upanisad

        Upanisad adalah merupakan bagian akhir dari kitab weda. Karena itu kelompok ini lazim dikenal pula dengan nama “wedanta”. Kata Upanisad terdiri atas tiga kata, yaitu Upa yang berarti dekat atau sekeliling, Ni berarti menuntun atau bimbingan dan Sad berarti duduk. Jadi Upanisad berarti duduk dekat- dekat sekeliling guru spiritual untuk memperoleh bimbingan aau tuntunan dalam mempelajari Weda. Pada umumnya Upanisad mengandung ajaran spiritual, menyangkut masalah Tuhan, masalah jiwa atau atma yang berupakan rokh manusia atau segala ciptaan tuhan termasuk makna symbol yang terdapat di dalam Weda dan bersifat rahasia, tidak boleh diketahui oleh sembarang orang  tanpa melalui acara acara tertentukarena itu ajaran yang di rahasiakan itu  di kenal pula dengan nama “rahasia”.

Kitab upanisad terbagi atas dua kelompok yaitu :
      a.  Kelompok Aranyaka, dan
      b.   Kelompok Upanisad
Perbedaan kedua kelompok itu adalah dari segi asal usul dan peruntukannya. Yang pertama merupakan hasil pemikiran dari para Maha Rsi yang tinggal di hutan (Aranyaka)dan yang terakhir merupakan hasil pemikiran Maha Rsi yang tinggal di pedesaan.
Seluruh kitab upanisad dan aranyaka berjumlah 108 buah yang di bagi atas empat kelompok besar  menurut jenis sruti atau mantra samhita yang ada, yaitu:
1.      Rg Weda Samhita memiliki 10 Kitab Upanisad
2.      Sama Weda Samhita memiliki 16 kitab Upanisad
3.      Yajur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad
4.      Atharwa Weda Samhita memiliki 31 kitab Upanisad
Pada umumnya kitab upanisad mulai ditulis pada abad ke VI-VII sebelum masehi. Bahkan yang tertua tergolong pada abad X sebelum masehi. Adapun yang tergolong tua pada umumnya  ditulis dalam bentuk prosa  dan singkat – singkat saja. Di antara kitab – kitab upanisad, kausitaki upanisad, taittiriya upanisad, chandogya Upanisad, brhaharanyaka Upanisad dan bagian dari kena Upanisad. Adapun yang kemudian menyusun adalah kathopanisad, maitrayayi, mandukya dan prasna Upanisad.
         Masalah pokok yang biaanya di bicarakan dalam kitab upanisad adalah hal – hal yang menyangkut masalah Tuhan, Jiwa atau Atma serta penciptaan Alam semesta dan merupakan dasar system kefilsafatan dalam Agama Hindu. Upanisad bersifat uraian filsafat terutama untuk mengungkapkan hakekat kebenaran alam semesta dan untuk menunjang isi Weda agar dapat diterima ecara Rasional. Hakekat dan makna akan kebenaran itulah yang menjadi sorotan umum did lam kitab upanisad.
            Hakekat tujuan hidup tertinggi yaitu “Moksa” memerlukan satu pengertian yang benar – benar dapat di cerna oleh akal. Kalau sorga yang lazim di sebut dalam Weda merupakan akibat karena selama hidup di dunia ini mereka telah banyak berbuat baik dan neraka karena banyak berbuat dosa sedangkan di jelaskan pula secara lebih lanjut bahwa  apabila seseorang telah menikmati pahala itu kelak diapun harus turun kembali kedunia  untuk mengulangi dan atau memperbaiki perbuatan – perbuatan  mereka agar bisa sampai mencapai moksa untuk tidak kebali lahir kedunia, maka jelas sorga bukanlah tujuan melainkan “Moksa” sebagai tujuan akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar